Rabu, 06 Januari 2010

Minumnya Komplet, Peruntungannya Melangit

Gerobak-gerobak penjual minuman, baik yang mengusung merek-merek minuman terkenal maupun yang menawarkan merek-merek baru, kian bertebaran di seluruh penjuru kota. Tentu Anda semakin gampang menemukan gerobak yang menawarkan teh sedu bermerek tertentu atau beragam aneka kopi.
Memang, umumnya, setiap gerobak hanya mengusung minuman tertentu. Ada yang khusus menyajikan kopi, teh, jus, atau es krim. Padahal, tidak semua orang suka kopi, teh, jus, atau es krim. Itu berarti, pembeli potensial mereka terbatas.
Nah, dari sisi konsumen, terbayang juga, kan, betapa repot bila dalam waktu bersamaan si anak menginginkan es krim, sementara ibu berhasrat menyeruput secangkir teh hangat manis, dan sang bapak ingin menghirup wangi aroma kopi panas? Peluang inilah yang ditangkap oleh Revo Indonesia sehingga perusahaan ini membuka gerai minuman dengan tiga menu sekaligus: kopi, teh, dan es krim. “Pasar lebih luas ketimbang gerai yang menjajakan minuman sendiri-sendiri,” kata Hendra, pemilik Revo.
Memulai usaha sejak Desember 2008, usaha yang dirintis Hendra membidik pasar kelas menengah dan bawah yang menurut dia menyimpan potensi lebih lebar. Maka itu, harga minuman Revo terbilang murah, Rp 2.500 sampai maksimal Rp 6.000 per cup.
Dengan mematok harga ini, Hendra mengaku usahanya bisa berkembang cepat. Hanya butuh waktu kurang dari setahun, gerainya bertambah menjadi 125 unit dan tersebar di seluruh Jabodetabek.
Pertumbuhan gerai minuman Revo yang cepat lantaran sejak Mei 2009 Hendra menawarkan program kemitraan. “Kini sudah ada 65 calon investor yang masuk daftar tunggu,” ujar dia, dengan nada-nada promosi.
Tertarik menekuni usaha minuman seperti Hendra?
Ada banyak pilihan yang bisa Anda ambil. Selain menjadi mitra usaha Revo, Anda juga bisa menjadi mitra Men United, penjaja teh dan kopi rasa buah, atau bergabung dengan jaringan waralaba Baltic Ice Cream yang menjajakan es krim.
Agar bisa menjajakan bermacam minuman dalam satu lokasi gerai, Anda tak harus menjadi mitra Revo. Anda bisa menjadi mitra beberapa jaringan usaha penjaja minuman, lalu menjualnya bersama-sama di satu tempat. Sama saja, kan?
Anda juga bisa memulai usaha secara mandiri dengan berjualan tiga minuman sekaligus dengan mengusung merek sendiri. Kalau tidak tahu memproduksi minuman tertentu, ya, khusus minuman yang tak Anda kuasai itu Anda bisa bergabung dengan jaringan waralaba atau kemitraan tertentu.
Revo
Tak ada yang istimewa dari tawaran kemitraan Revo Indonesia. Usaha ini hanya bermodalkan booth kecil sebagai tempat berjualan. Peralatannya juga tak beda dengan gerai usaha minuman lain, yakni teko listrik, shaker pengocok minuman, termos, freezer, penyimpan es, dan es krim.
Hendra bercerita, dia memulai usaha di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Lokasi yang menjadi tempat jualan dekat dengan tempat bermain anak-anak. Di situ, para orangtua umumnya menunggu anak-anaknya bermain.
Berawal dari situ, Hendra bisa mengembangkan usaha dengan membuka tujuh gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan di Ibu Kota. Agar peluang ini tak ikut disambar orang, Hendra pun lantas mengembangkan usaha dengan menawarkan kemitraan.
Konsepnya sederhana. Si calon mitra cukup menyediakan tenaga kerja dan tempat berusaha. Khusus untuk tempat, Hendra menyarankan agar mitra memilih tempat-tempat yang ramai dilalui orang. Misalnya mal, pasar, lokasi sekitar kampus, kantin perkantoran, stasiun kereta api, dan terminal bus.
Namun, mitra juga harus memerhatikan mitra Revo lainnya. Agar tidak terjadi persaingan antarmitra, lokasi mereka tak boleh berdekatan, minimal jarak antargerai 500 meter–1 kilometer. “Dengan begitu, kelangsungan usaha lebih terjamin,” kata Hendra.
Mitra tentu harus menyetorkan modal sebagai pengganti biaya peralatan dan perlengkapan usaha dan bahan baku serta pelatihan pembuatan minuman. Khusus untuk bahan baku selanjutnya, mitra harus membeli bahan baku di Revo. “Bahan dasar kami berbeda dan tidak dijual di tempat lain,” tandas Hendra.
Ada tiga program kemitraan yang ditawarkan Revo. Pertama, mitra bisa mengambil program sendiri-sendiri: Revo Coffe, Revo Tea, atau hanya Revo Ice. Kedua, mitra bisa mengambil program kemitraan tiga menu minuman sekaligus. Terakhir, mitra bisa memilih hanya dua menu minuman, misalnya teh dan kopi, teh dan es krim, dan seterusnya.
Masing-masing pilihan itu tentu membutuhkan modal investasi berbeda. Modal mengikuti program Revo Coffe dan Revo Tea sama, yakni Rp 6,5 juta. Adapun modal Revo Ice mencapai Rp 7 juta. “Jika tertarik tiga menu sekaligus, investasinya Rp 15 juta,” ujar Hendra.
"Sementara, jika mitra ingin menggabungkan booth kopi dan teh, biaya investasinya bertambah Rp 1,5 juta,” papar Hendra.
Dengan biaya tersebut, Revo menjamin mitra bakal balik modal dalam waktu minimal dua bulan. Ini dengan catatan, mitra mampu menjual minuman 50–60 cup per menu atau 150–200 cup sehari. Perincian harga minuman es teh Rp 2.500, sedangkan dengan aneka rasa Rp 5.000. Adapun kopi Rp 5.000 dan kopi aneka rasa Rp 6.000, sementara es krim hanya Rp 2.500 per cup.
Bila kurang dari jumlah itu, “Balik modalnya tentu lebih lama,” ujar dia. Tapi, dari pengalaman, “Mitra bisa balik modal hanya dalam hitungan tiga–empat bulan,” ujar dia.
Dalam menjalankan usahanya, Hendra mengaku tidak membutuhkan promosi. “Lebih mengandalkan promosi antar-mitra saja,” ujar dia. Cara ini efektif lantaran mitra sudah berpengalaman menjalankan usaha sendiri.
Agar promosi dari mulut ke mulut berlangsung efektif, Revo menawarkan hadiah Rp 500.000 dan potongan 20 persen dari pembelian bahan baku saban bulan bagi mitra yang berhasil mengajak investor ke Revo.
Men United
Men United adalah gerai usaha milik CV Sukses Group. Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2005 ini menawarkan kemitraan minuman teh dan kopi rasa buah sejak tahun 2007. Kini, usaha yang berawal dari Medan ini telah berkembang ke berbagai daerah: Batam, Semarang, Balikpapan, Jakarta, Bogor, dan Karawang.
Seperti juga Revo, Men United menawarkan aneka rasa teh dan kopi dengan 16 rasa buah. Dua rasa pilihan di antaranya menggunakan buah khas Medan, yakni markisa dan terong belanda. Kopinya juga khas Medan, yakni kopi sidikalang. “Kopi ini terkenal nikmat di Medan,” kata Nina Sela, Manajer Pemasaran CV Sukses Group, berpromosi.
Dengan harga teh per cup Rp 2.500 hingga Rp 8.000 serta kopi Rp 5.000 hingga Rp 9.000 per cup, Nina bilang, usaha ini bisa balik modal minimal tiga bulan. Syaratnya, mitra mampu menjual 100 cup teh dan 50 cup kopi sehari dengan omzet mencapai Rp 650.000 per hari. “Bahkan, banyak yang bisa balik modal lebih cepat dari tiga bulan karena omzet rata-rata mitra usaha kami Rp 800.000 per hari,” ujar dia.
Jika tertarik, calon investor cukup menyediakan tempat dan modal usaha Rp 14 juta. Dengan modal segini, mitra akan mendapatkan paket booth lengkap dengan kanopi, satu perlengkapan usaha, serta set tea dan dispenser.
Sebelum memulai usaha, mitra akan mendapatkan pelatihan karyawan dan pasokan bahan baku yang harganya tidak jauh berbeda dengan harga di pasaran. Misalnya, sekilogram teh kering seharga Rp 16.000, kopi Rp 8.000, dan perasa buah Rp 35.000 per 1,5 liter.
Baltic Ice Cream
Es krim bikinan Baltic memang sudah terkenal sejak lama. Namun, ia baru mulai membuka kemitraan dengan sistem waralaba sejak April 2009. Hasilnya, kini sudah terjaring empat terwaralaba di Puri Indah, Lippo Karawaci, BSD City, dan Kelapa Dua. “Belum banyak, memang, karena tawaran kami masih terbatas di Jakarta,” terang Janto Tan, Manajer Pemasaran Baltic.
Beberapa kelebihan es krim ini adalah nama yang sudah terkenal serta penggunaan bahan baku yang alami, seperti susu dari susu sapi murni, sehingga tekstur es krim dia lebih lembut daripada es krim pada umumnya.
Dengan sistem waralaba, investor juga punya kewajiban membayar royalti 5 persen dari total omzet saban tahun, selain investasi awal segede Rp 75 juta. Investasi awal ini sudah termasuk franchise fee Rp 25 juta untuk lima tahun.
Dari biaya investasi ini, terwaralaba akan mendapatkan perlengkapan pembuatan es krim seperti freezer, booth untuk usaha, dan bahan baku pembuatan es krim. Selain menjual es krim, Baltic membolehkan mitra menjual kopi, teh, bahkan kentang goreng.
Dalam hitungan Baltic, terwaralaba bisa balik modal dalam waktu 10 bulan. Ini dengan asumsi mitra mampu menjual 80–125 cup es krim yang harganya Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per cup. “Jika omzet per hari Rp 1 juta, maka mereka bisa balik modal kurang dari setahun,” kata Janto.
Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar