Rabu, 06 Januari 2010

Semua Karena Sampah

Sampah, dimana-mana sampah, di darat, di laut, di sungai, bahkan di kutub utara pasti ada sampah, baik sampah pabrik ataupun sampah rumah tangga, sampah organik ataupun sampah anorganik. Tiada hari tanpa sampah. Bosan melihat sampah dan mendengar kata sampah. Memang yang namanya sampah tidak akan pernah enak untuk dilihat, bahkan untuk didengarpun tidak enak, sebab hal pertama terlintas dipikiran adalah hal-hal yang negatif, dari bau busuk, polusi, pencemaran, hingga bencana seperti banjir, semua karena sampah. Tapi dibalik semua itu masih ada hal positif yang bisa digali dari sampah. Jika dikelola dengan benar, sampah bisa menjadi peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan, seperti usaha daur ulang sampah, atau usaha tempat pembuangan akhir sampah.Saya pernah membaca sebuah buku di salah satu toko buku, jika tidak salah buku itu berjudul “Memulai Bisnis Tanpa Modal”, di dalam buku itu disebutkan jenis-jenis usaha yang bisa didirikan tanpa modal. Salah satu usaha yang disebutkan dalam buku itu adalah usaha tempat pembuangan akhir sampah. Memang usaha ini sangat menggiurkan, karena jika dipikir sampah walau dibersihkan seperti apapun tidak akan pernah habis, justru malah akan terus bertambah, sementara tempat pembuangan akhir sampah jumlahnya terbatas. Karena hal tersebut usaha ini merupakan usaha yang sangat menguntungkan, sebab dalam memulai usaha ini yang dibutuhkan hanyalah lahan kosong.Tetapi sebaliknya, jika usaha ini tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi bumerang untuk kita sendiri. “mau untung malah buntung”, seperti yang terjadi pada usaha tempat pembuangan akhir sampah yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal saya di daerah Sawangan Depok.Usaha ini dimulai sekitar tiga tahun yang lalu. Pada awal dimulainya usaha ini, entah sengaja atau tidak sengaja, pemilik lahan tidak meminta izin dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada warga sekitar. Awalnya warga benar-benar kaget karena melihat banyak sampah berserakan di lokasi tersebut. Setelah beberapa lama akhirnya wargapun tahu jika lokasi tersebut telah dijadikan tempat pembuangan akhir sampah. Awalnya warga hanya diam saja, karena lokasi tempat pembuangan akhir sampah tersebut cukup jauh dari kawasan tempat tinggal warga. Tetapi lama-kelamaan banyak warga yang mengeluh karena bau yang ditimbulkan dari tempat tersebut sangat menyengat dan mengganggu aktifitas warga, apalagi pada waktu siang hari saat angin berhembus cukup kencang. Karena takut menimbulkan penyakit dan pencemaran lingkungan akibat sampah yang cukup banyak di lokasi tersebut, akhirnya wargapun sepakat untuk menegur pemilik usaha tempat pembuangan akhir sampah tersebut, dan dalam selang waktu beberapa hari, usaha tersebut sempat terhenti untuk beberapa lama. Setelah satu tahun berlalu, pemilik lahan memulai kembali usaha tersebut, hal ini kontan membuat warga marah dan kembali menegur pemilik lahan, tetapi kali ini dengan cara yang lebih tegas. Akhirnya usaha tempat pembuangan akhir sampah itu dihentikan sampai saat ini.Meskipun telah dihentikan, masih terdapat bau tidak sedap yang ditinggalkan walaupun tidak separah dulu, akibat sampah yang masih tersisa. Bahkan sampah-sampah yang tersisa di tempat itu sampai mancemari sungai, karena letaknya berada dipinggir sungai.Dari tulisan diatas seharusnya kita sadar, bahwa dalam memulai suatu bisnis atau usaha harus sesuai etika yang ada. Kita juga harus memperhatikan dampak yang terjadi pada lingkungan dan masyarakat, apakah usaha yang kita bangun akan berdampak negatif atau positif bagi lingkungan dan masyarakat. Tidak hanya semata-mata hanya mengejar keuntungan saja. Karena jika hanya memikirkan keuntungan tanpa memperhatikan dampak yang terjadi pada lingkungan dan masyarakat, bukan keuntungan yang didapat, tetapi kerugian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar